Kelabu

Sangat miris
Malam ini ku hanya ingin punya teman untuk bercerita
Hanya tentang satu organ saja
HATI

Iklan

KKN (Kuliah Kerja Nyata)

WhatsApp Image 2018-07-09 at 09.05.10
Sebelum terjun kelapangan

Apalah ini

Sebuah proses, ya kutahu

Bukan tak bersyukur, hanya saja sedikit kuingin mengeluh

 

Allah mengapaa…..

 

Yang ku tahu semua ada alasannya

 

Bondowoso, 9 Juli 2018

 

Tentang Gerimis (Basi)

hujan-gerimis
sastrasipilindonesia.wordpress.com

 

Sejenak ku merenung
Membawa pikiran di bulan Juni
Di iringi gerimis malam ini

Apa yang telah ku lakukan sampai detik ini?
Sudahkah bermanfaat untuk oranglain?
Sudahkah membanggakan orangtua?
Sudahkah benar-benar berusaha untuk mencapai impian?
Sudahkah… sudahkah yang lain?
Bagaimana dengan kehidupanmu nanti?

Bukan itu saja
Pikiran tentang hal lain juga bergelayut

Ahhh.. cinta
Kau begitu menyiksa

Kini ku tahu
Betapa hampanya tanpa cinta
Sebenarnya bukan cintanya, tapi kehadiran orang dicinta yang tak ada

Iya, hambar
Seperti sayur tanpa garam
Katanya…

 

Jember, 21 Juni 2018
22.29
(Di sela belajar untuk UAS besok, kusempatkan menulis ini)

 

SPAM (Jangan di Baca)

Ruang Jurnal

Penulis bermana Risa Syahbana Badar, saat ini (2018) sedang menempuh studi S1 Ilmu Keperawatan di Universitas Jember. Asal dari Probolinggo. Lahir pada tanggal 6 Juni 1997 dengan zodiak Gemini. Tertarik pada bidang research keperawatan dan bercita-cita ingin menjadi perawat peneliti dan seorang hafidzoh insyaAllah.

Hobi membuat artikel penelitian, membaca buku-buku penelitian dan murojaah Al Qur’an (hobi penulis masih menjadi cita-cita dan harapan heheh).

Tentang perasaan, sekarang masih setia menunggu seseorang yang menjadi harapan. Upss

Saat ini sedang mengalami kebingungan berkaitan dengan tujuan hidupnya. Bingung harus fokus kemana, ke studi atau hafalan Al Quran nya. Sebenarnya harus bisa fokus pada keduanya, namun entahlah penulis ini benar-benar mengalami kebingungan dan saat ini membutuhkan teman untuk konseling tentang kelanjutan hidupnya.
Semoga penulis segera mendapat petunjuk. aamiin

Jember 2 Juni 2018
~just for happy

Berlayar

kapal layar
Gambar hanya ilustrasi. Sumber: https://www.aliexpress.com/

 

 

Ibarat seorang pelaut
Aku mempunyai kapal yang saat ini sedang ku pakai untuk
mengarungi samudera kehidupan
Namun aku tak tahu
harus kemana kubentangkan layar
agar benar-benar ku capai tujuan

Ku biarkan angin menggiringku, entah kemana
Wahai, apakah engkau akan membawaku
pada tujuan hidup yang haqiqi?
Wahai, apakah engkau hanya membawaku berlayar tanpa tujuan?

Sungguh ku butuh panduan
dari Mu wahai Tuhan…

Jember, 29 Mei 2018

 

Mencari Sebuah Makna

 

IMG-20180225-WA0013
Makna

 

Hidup memang tak dapat di kira

Begitupun rasa

Jauh berkelana entah kemana

Hingga tak sampai hati untuk memberi makna

Makna sebuah rasa

Makna sebuah tujuan

Makna sebuah penantian

Hingga makna tentang kematian

 

Ahh… rasanya terlalu berlebihan jika kutuangkan semua

Maaf jika ku salah memberi makna

 

Jember, 26 Mei 2018

Hari Ini di Warung Kembang

20180426_101601
Gambar hanya ilustrasi

 

Aku disini sendiri, disudut meja warung. Hanya ditemani jus jambu dan sepotong roti. Dan sedikit terdengar backsong lagu regge yang akupun tak tau judulnya.

Setelah aku melihat sekitar, ternyata aku tidak sendiri. Banyak orang disamping kanan kiri depan maupun belakangku. Mereka sibuk dengan dunianya sendiri.

Aku hanya sibuk dengan buku dan pensilku. Entah benar benar sibuk atau hanya pura pura. Yang penting wajahku tidak kelihatan seperti orang yang sedang kesepian atau orang yang sedang bersedih yang baru ditinggal kekasihnya. Pikirku

Aku juga tidak mau dianggap seperti orang linglung yang tidak sedang melakukan apa apa.

Aku sendiri disini duduk manis. Sedetik semenit sejam aku melamuni seseorang yang aku sukai. Seseorang yang aku suka dengan diam diam. Mungkin juga dia tahu kalau aku suka padanya. Karena mungkin dia juga suka padaku. Perasaanku mengatakan begitu. Entah mengapa aku berani mengatakan begitu. Tapi aku yakin, ya memang begitu. Ahh sudahlah

Tapi ahirnya lamunan ini buyar begitu saja ketika mengingatkan tentang sakit dan patah.

Sampai sekarang aku takut kepada yang namanya sakit. Karena sakit itu perlu obat. Obat yang akan menyembuhkan rasa sakit tersebut. Aku takut walaupun sudah minum banyak obat. Tapi, sakitnya masih tetap melekat.

Melupakan seseorang itu mudah. Tapi melupakan perasaaan kita kepada seseorang itu tidak mudah. Apalagi dia seseorang yang setiap hari selalu ada untuk kita dan tiba tiba menghilang untuk kita juga. Dia datang lalu menghilang begitu saja.

Jangan datang dan menghilang. Tidak mengapa menghilang, asal rasanya juga ikut hilang. Kenyataannya rasanya masih tetap ada. Tetap lengket. Dan tetap dengan rasa yang sama juga tidak berubah.

Sepertinya sudah waktunya aku pulang. Jus jambu dan rotiku sudah menunggu untuk dimakan. Yasudah aku makan dulu. Lupakan cerita yang sudah lalu. Yang penting perut terisi dulu.

10 Mei 2018