Keep

Permasalahan karyawan baru salah satunya adalah bingung ketika harus memanggil seseorang di tempat kerja dengan sebutan apa. Pak, Bu, mas atau mbak, benar-benar dilema. Ingin menyebut nama dengan Pak atau Bu untuk menghormati, namun di sisi lain khawatir lawan bicara akan tersinggung karena dianggap sudah “tua”. Ingin menyebut nama dengan sebutan mas atau mbak namun khawatir dianggap tidak sopan. Hmmm, bingung lah jadinya.

Pernah suatu ketika ada karyawan yang masuk ruangan ku dan dengan santai nya aku menyapanya dengan sebutan mas, eh tapi beliau malah memanggil saya dengan sebutan “nduk”, awkward jadinya. Langsung aku merubah dengan menyebutnya Pak.

Mungkin untuk kaum laki-laki sebutan Pak atau mas tidak terlalu masalah, namun beda dengan perempuan termasuk saya sendiri, dipanggil dengan sebutan Bu atau mbak memiliki makna tersendiri. Terkadang aku sendiri memberontak dalam hati ketika ada seseorang yang memanggil saya “Bu atau Ibu”, aku tidak setua itu. Namun tetap berpositive thinking, itu sebagai bentuk menghormati, hehe.

Jadi, untuk menjaga perasaan orang lain aku lebih sering memanggil mereka dengan sebutan mas atau mbak, kecuali kepada orang-orang “tertentu”. Menjaga perasaan termasuk salah satu betuk sopan kan (?)

Today, Done

Hari yang menjadi beban pikiran akhirnya bisa terlewati. Sampai sulit tidur satu minggu kebelakang ini karena memikirkan hari ini. Bersyukur semua berjalan lancar sesuai harapan. Meskipun selama perjalanan di awali dengan drama sedikit pusing, syukur bisa tahan.

Banyak yang ku amati hari ini, mulai dari orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi, sikap, penampilan, sosial, dan suasana baru. Rasa kagum muncul ketika melihat salah satu orang penting yang bersikap sangat baik dan hangat serta kooperatif. Layak untuk menjadi role model.

Terimakasih untuk hari ini.

Your day

Pada akhirnya kita akan menemukan jalan masing-masing. Aku dengan jalanku, kamu dengan jalan mu. Tidak ada lagi persimpangan yang akan mempertemukan kita. Dan tidak akan kita bersama dalam satu jalan yang sama.

Salah satu kisah indah sudah selesai. Tentu berakhir bahagia meski akhirnya tidak bersama. Indah karena kau sudah memutuskan hal baik untuk masa depanmu, indah pula bagi ku karena telah melepas hal yang seharusnya bukan takdirku. Kita sama-sama bahagia, bedanya aku belum menemukan seseorang yang bisa menemaniku seperti kamu menemukan dia sebagai pendampingmu.

Aku tidak sedih, hanya merasa lucu saja tahu rasanya melihat seseorang yang pernah berarti sudah menemukan pendampingnya. Selamat ya.

Terimakasih sudah pernah menjadi support system, terimakasih sudah banyak membantu dalam keadaan susahku, terimakasih atas foto bulan, matahari dan sungai yang pernah kau kirim, terimakasih atas lagu yang pernah dinyanyikan, terimakasih atas semua kebaikan.

Konyol sekali mengingat-ngingat masa lalu yang sudah selesai. Sudahla, ayok lanjut lagi di realita yang ada. Tulisan ini hanya untuk dokumentasi dan pelampiasan perasaan saja, tidak ada maksud lain. Aku biasa saja 🙂

Book Store and library

Dua tempat favorit. Selalu ada euforia saat melihat tumpukan dan jajaran buku. Ingin berlama-lama rasanya disana apalagi di iringi alunan musik slow yang membuat mood membaca menjadi naik.

Akhir pekan saat di sekolah menengah pertama menjadi jadwal rutin untuk mengunjungi perpustakaan umum kota bersama teman-teman, buku yang sering ku pinjam jala itu adalah serial lupus, novel, dan ensiklopedi. Sangat menyenangkan. Kebiasaan itu terbawa hingga sekarang.

Salah satu hal random yang aku sukai saat berkunjung ke toko buku atau perpustakaan adalah ketika bertemu dengan pengunjung lain. Merasa nemiliki teman yang sefrekuensi meskipun sebenarnya tidak kenal. Menurutku orang yang berkunjung ke toko buku atau perpustakaan adalah orang yang keren karena mereka masih gemar membaca buku apalagi di zaman modern seperti saat ini, orang-orang banyak melupakan dua tempat ini dan lebih sering membaca hal melalu mobile phone.

Tidak masalah karena setiap orang punya minatnya masing-masing melalui media apa dia membaca. Namun bagiku, buku selalu istimewa, aku bisa menyentuhnya, membuka setiap lembarannya, dan bisa merasakan harum unik baunya.

Choice

International Nurses Day.

Setelah lulus kuliah dan terjun di dunia kerja, merasa ada yang salah, sebelumnya tidak pernah terpikir akan seberat ini.

Lanjut besok ya, so sleepy

13/05/22 20.00

Saat kuliah aku termasuk salah satu mahasiswa yang aktif dikelas, baik itu bertanya atau menjawab pertanyaan dari dosen. Saat praktikum di lab pun begitu. Hingga cumlaude. Entah berubah dari mana, saat kuliah aku sangat menyukai bidangku, apalagi dunia kegawat daruratan dan intensifive, itu mata kuliah favorit, bahkan tema skripsiku tentang perawatan di ruang intensive. Namun setelah turun kedunia kerja, itu adalah dua bidang yang sangat ku hindari. Berada di ruang perawatan gawat darurat dan intensive menjadi stresor tersendiri.

Aku hanya bertahan dua bulan bergelut di dunia kerja rumah sakit. Dan selama itu juga hampir setiap berangkat kerja aku menangis. Benar-benar stresor yang berat. Sudah mencoba bertahan demi orang tua dan keluarga karena mereka sangat mengharapkan aku bertahan disana, namun akhirnya aku tetap tidak bisa. Mereka pun memaklumi, bersyukur memiliki keluarga yang mendukung.

Hingga sekarang aku merasa belum siap untuk “memegang” pasien langsung. Tanggung jawab yang sangat besar karena banyak tindakan nyawa taruhannya. Meski terlihat sepele, tindakan seperti injeksi obat dapat menghilangkan nyawa. Itu salah satu yang aku rasakan, pula khawatir akan lalai saat bekerja, khawatir menjadi penyebab mereka tidak tertolong, khawatir belum bisa bersikap profesional kepada mereka karena emosiku.

Sikap simpati lebih dominan daripada empati ku. Mungkin itu salah satu penyebab pula. Beberapa kejadian, aku pernah menangis saat bertugas di ruang gawat darurat karena melihat dan memberi tindakan pasien anak kecil yang mengalami kecelakaan dan tidak tertolong, menangis saat bertugas di ruang intensive karena seorang pasien lansia dan ibu hamil yang juga tidak tertolong, menangis ketika melihat seorang anak yang menemani dan mentalqin ayahnya yang sedang kritis, bahkan pernah pula menggerutu dalam hati saat memberikan pelayanan. Aku masih buruk.

Masih banyak yang harus diperbaiki. Selamat memperingati international Nurses Day untuk semua teman sejawat. Semoga bisa memberikan pelayanan yang terbaik dan menjadi lebih baik. Apa yang kita kerjakan semoga menjadi ladang pahala untuk kita semua.

Not ready yet

Lebih menyenangkan kalau bekerja tidak sendirian. Ada teman untuk bertukar pikiran, saling membantu dan mendukung pula. Tapi mau bagaimana lagi, selama bekerja kepada orang lain atau lebih tepatnya “nguli” maka segala konsekuensi harus di jalani.

Berpikir untuk resign, mencari tempat lain dan pengalaman baru. Selagi masih ada kesempatan, selagi belum ada yang melarang, selagi belum banyak pertimbangan. Melangkah lebih jauh lagi.

Panic Attack

Dua hari ini pikiran dibebani dengan perasaan yang entahla. Was-was, takut, khawatir pada hal yang semestinya tidak perlu dipikir terlalu. Aku mencoba menenangkan diri, mengambil sisi positif dari apa yang sudah terjadi.

Menjadi diri sendiri ternyata tidak mudah, masih belum bisa menerima kekurangan diri sendiri. Seharusnya aku bisa berdamai. Kasihan psikis ini yang semakin tertekan. Aku masih berusaha mencari jalan keluar, berdamai dengan keadaan dan perasaan.

Worried

Daun yang masih tersimpan hingga sekarang. Aku menyimpannya karena ada cerita dibaliknya. Hari itu aku mengendarai motor, tiba-tiba daun itu jatuh tepat kedepan kaca helm ku kemudian ke bajuku. Karena menganggapnya unik, aku simpan dia di dasbord depan motor, sambil bergumam dalam hati “kalau dia jodohku, daun ini akan tetap ada dashboard hingga sampai di tempat tujuan”. Dan harapanku terkabul, daun itu tetap ada disana hingga aku sampai ditempat tujuan, aku girang bahagia. Dalam hati berkata, semoga dia harapanku sama seperti daun ini. Itu saja

23:36

Hujan baru saja turun dengan derasnya, membuat suasana semakin nyaman untuk beristirahat setelah penat. Mendengar riuh rintiknya membuat perasaan tenang.

Selamat beristirahat, dengan hujan yang turun malam ini. Tak perlu khawatir untuk besok, aku