Apa Kabar

Kaltim
Gambar Ilustrasi dari https://twitter.com/traveloka/status/1083550523742023681

Hai apa kabar?

Biasanya kau lebih dulu bertanya kabar, biasanya kau lebih dulu menyapa, biasanya kau lebih dulu berbasa-basi mengomentari cerita yang aku bagikan, biasanya kau tiba-tiba meminta pendapat tentang rencana atau hal yang akan kau lakukan, dan biasanya kau kau selalu mencariku saat aku tak ada kabar.

Itu hanya sekian kecil yang aku ungkapkan untuk menggambarkan tingkahmu. Kau tahu? Aku merindukan itu semua. Lantas kemana engkau yang dulu? Yang pernah berjuang, yang pernah mengungkapkan sebuah rasa dan desain masa depan tentang kehidupan bersama. Yang pernah berusaha keras untuk meluluhkan seorang aku. Meskipun pada akhirnya engkau tak mendapat balasan yang engkau harapkan.

Kau menghilang, kau tak lagi peduli denganku sepertinya. Namun, engkau perlu tahu, engkau tetap akan menjadi kawan baik ku, kawan yang selalu aku rindukan sapaannya, kawan yang selalu ku rindukan tingkah lucunya, kawan yang selalu ku rindukan komenan nya, dan kawan yang selalu kucari untuk berbagi suka maupun lara.

Namun kau sudah membuat keputusan, keputusan yang menurtku terlalu berlebihan. Dan jika ku diberi kesempatan untuk menemui mu, aku ingin katakan, izinkan aku menjadi kawan baik mu, dan tak perlu kita (engkau) menghadirkan jarak, tak perlu engkau merubah sikapmu, tetaplah seperti dulu. Tetap menjadi kawan yang selalu bisa ku andalkan. Percayalah, kelak kita akan dipertemukan dengan orang yang benar-benar sudah ditakdirkan untuk kita.

Aku merindukan mu kawan.

SPAM (Jangan di Baca)

IMG-20181019-WA0053

Penulis bermana Risa Syahbana Badar, saat ini (2018) sedang menempuh studi S1 Ilmu Keperawatan di Universitas Jember. Asal dari Probolinggo. Lahir pada tanggal 6 Juni 1997 dengan zodiak Gemini. Tertarik pada bidang research keperawatan dan bercita-cita ingin menjadi perawat peneliti dan seorang hafidzoh insyaAllah.

Hobi membuat artikel penelitian, membaca buku-buku penelitian dan murojaah Al Qur’an (hobi penulis masih menjadi cita-cita dan harapan heheh).

Tentang perasaan, sekarang masih setia menunggu seseorang yang menjadi harapan. Upss

Saat ini sedang mengalami kebingungan berkaitan dengan tujuan hidupnya. Bingung harus fokus kemana, ke studi atau hafalan Al Quran nya. Sebenarnya harus bisa fokus pada keduanya, namun entahlah penulis ini benar-benar mengalami kebingungan dan saat ini membutuhkan teman untuk konseling tentang kelanjutan hidupnya.
Semoga penulis segera mendapat petunjuk. Aamiin

 

Berlayar

kapal layar
Gambar hanya ilustrasi. Sumber: https://www.aliexpress.com/

 

 

Ibarat seorang pelaut
Aku mempunyai kapal yang saat ini sedang ku pakai untuk
mengarungi samudera kehidupan
Namun aku tak tahu
harus kemana kubentangkan layar
agar benar-benar ku capai tujuan

Ku biarkan angin menggiringku, entah kemana
Wahai, apakah engkau akan membawaku
pada tujuan hidup yang haqiqi?
Wahai, apakah engkau hanya membawaku berlayar tanpa tujuan?

Sungguh ku butuh panduan
dari Mu wahai Tuhan…

 

 

Hari Ini di Warung Kembang

20180426_101601
Gambar hanya ilustrasi

 

Aku disini sendiri, disudut meja warung. Hanya ditemani jus jambu dan sepotong roti. Dan sedikit terdengar backsong lagu regge yang akupun tak tau judulnya.

Setelah aku melihat sekitar, ternyata aku tidak sendiri. Banyak orang disamping kanan kiri depan maupun belakangku. Mereka sibuk dengan dunianya sendiri.

Aku hanya sibuk dengan buku dan pensilku. Entah benar benar sibuk atau hanya pura pura. Yang penting wajahku tidak kelihatan seperti orang yang sedang kesepian atau orang yang sedang bersedih yang baru ditinggal kekasihnya. Pikirku

Aku juga tidak mau dianggap seperti orang linglung yang tidak sedang melakukan apa apa.

Aku sendiri disini duduk manis. Sedetik semenit sejam aku melamuni seseorang yang aku sukai. Seseorang yang aku suka dengan diam diam. Mungkin juga dia tahu kalau aku suka padanya. Karena mungkin dia juga suka padaku. Perasaanku mengatakan begitu. Entah mengapa aku berani mengatakan begitu. Tapi aku yakin, ya memang begitu. Ahh sudahlah

Tapi ahirnya lamunan ini buyar begitu saja ketika mengingatkan tentang sakit dan patah.

Sampai sekarang aku takut kepada yang namanya sakit. Karena sakit itu perlu obat. Obat yang akan menyembuhkan rasa sakit tersebut. Aku takut walaupun sudah minum banyak obat. Tapi, sakitnya masih tetap melekat.

Melupakan seseorang itu mudah. Tapi melupakan perasaaan kita kepada seseorang itu tidak mudah. Apalagi dia seseorang yang setiap hari selalu ada untuk kita dan tiba tiba menghilang untuk kita juga. Dia datang lalu menghilang begitu saja.

Jangan datang dan menghilang. Tidak mengapa menghilang, asal rasanya juga ikut hilang. Kenyataannya rasanya masih tetap ada. Tetap lengket. Dan tetap dengan rasa yang sama juga tidak berubah.

Sepertinya sudah waktunya aku pulang. Jus jambu dan rotiku sudah menunggu untuk dimakan. Yasudah aku makan dulu. Lupakan cerita yang sudah lalu. Yang penting perut terisi dulu.

10 Mei 2018

Jatuh Cinta pada Medan

20180426_094310Berkat lolos LKTI di Indonesian Nursing Olympiad ILMIKI 2018 akhirnya saya bisa menginjakkan kaki ditanah pulau Sumatera, tepatnya di Medan.
Tentu bukan murni usaha saya, melainkan kuasa Allah yang nomor satu.

Semua terjadi seperti mimpi, impian untuk bisa naik pesawat juga akhirnya terwujud, subhanallah. Allah memang maha mendengar doa hambanya, apalagi jika doa ditambah dengan solawat. Sedikit cerita, sebelumnya setiap ada pesawat di langit saya selalu bacakan solawat agar impian naik pesawatku bisa terwujud, dan alhamdulillah Allah benar-benar mewujudkannya secara gratis pula.

Sebelum ke Medan saya sudah memiliki berbagai stigma seperti, di Medan banyak yang beragama non muslim, orang nya galak-galak dan pemarah, panas, macet dan bla bla lah. Namun beberapa stigma saya tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Buktinya, sesampainya saya dan tim di Bandara Kualanamu, kami disambut hangat oleh panitia INO 2018 dengan senyum sumringah mereka. Selain itu, para pedagang di Medan baik baik dan tidak marah meskipun kita menawarnya sangat jauh lebih rendah dari harga aslinya. Dalam hati langsung bergumam, ohhh ternyata.

Banyak sekali pengalaman yang saya dapat saat mengunjungi Medan. Meskipun tujuan kunjungan saya bukan murni untuk jalan-jalan, namun kegiatan kami yaitu mengkuti INO 2018 sudah terasa seperti ajang jalan-jalan dan refreshing. ..

Satu lagi, rasanya juga seperti mimpi saat kita bisa bertemu dengan seseorang yang selama ini hanya kita kenal melalui sosmed dan terpisah oleh jarak yang sangat jauh  bisa bertemu secara langsung. Seseorang yang sudah dianggap seperti kakak,teman curhat dan  tempat untuk sharing. Namun satu yang saya sesali, saya tidak sempat menyapa nya secara langsung meskipun jarak kita hanya satu jengkal. Hanya pandangan satu detik diantara mata kami yang mewakili perasaan. Ahhh rasanya… sampai saat ini saya masih merasa menyesal karena telah menyia-nyiakan kesempatan langka itu… kesempatan langka karena saya tidak tahu apakah bisa berkunjung lagi ke Sumatera dan bertemu lagi dengannya atau tidak.

But overall, harus disyukuri. Terimakasih ya Allah atas nikmat-Mu.